Etika Sex Dalam Perspektif Islam (Kajian dari aspek Al-Qur'an, Hadits Shahih, Sexology dan Psychology)

Y, Syamsurizal and Drs, and Si, M (1999) Etika Sex Dalam Perspektif Islam (Kajian dari aspek Al-Qur'an, Hadits Shahih, Sexology dan Psychology).

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Penelitian ini ingin mengungkapkan "etika sex dalam perspektif Islam (kajian dari aspek Al-Qur'an, Hadits Shahih, Sexology dan Psychology)". Dalam usaha untuk mengungkap masalah ini, penulis berusaha untuk menjadikan Al-Qur'an dan Hadits Shahih sebagai landasan utama dengan menyebutkan sumber rujukan yang jelas dan sedapat mungkin mengungkapkan penilai-penilaian Ulama hadits terhadap suatu hadits yang diriwayatkan oleh selain Imam Bukhari dan Imam Muslim. . Kemudian teori-teori hubungan sex menurut Islam ini akan ditinjau dari aspek ilmiah, khususnya dari aspek Sexology, psychology dan medis. Hal ini penting untuk membuktikan kebenaran ajaran Ilahi. Maslahnya, ajaran Islam,termasuk dalam hal masalah etika hubungan sex, adalah merupakan wahyu (revelation). Hanya ada dua kemungkinan bagi ajaran-ajaran yang bersumber dari wahyu. Pertama, sesuai dengan fakta-fakta ilmiah dan rasional. Kedua, dianggap tidak rasional, karena memang otak manusia belum atau tidak mampu memahaminya. Yang terakhir ini merupakan hal yang sangat wajar, karena otak manusia tidak mungkin akan dapat melampaui semua masalah yang bersumber dari wahyu yang berasal dari Dzat Yang Maha Berilmu. Setelah peneliti mengadakan penelitian tentang masalah etika sex dalam Islam, maka dapatlah disimpulkan sebagai berikut: Islam mempunyai konsep yang jelas tentang masalah etika hubungan sex. Dalam pembahasan ini peneliti membaginya kepada empat bagian pembahasan, yaitu: Etika sebelum bersenggama, etika pada saat sedang bersenggama, etika setelah selesai bersenggama dan beberapa hubungan sex yang dilarang dalam Islam.1. Etika persiapan sebelum bersenggama, meliputi: One. Etika yang berkenaan dengan waktu dan tempat bersenggama Two. Etika yang berkaitan dengan kebersihan suami-isteri. Three. Etika yang berkaitan dengan foreplay (permainan pendahuluan). Four. Etika yang berkaitan dengan doa yang dibaca ketika akan bersenggama 2. Etika pada saat sedang bersenggama, yang meliputi: One. Etika yang berkaitan dengan aurat ketika bersenggama Two. Etika yang berkenaan dengan posisi bersenggama Three. Etika yang berkaitan dengan suara suami-isteri pada saat sedang bersenggama Four. Etika berkenaan dengan memberikan kepuasan bersenggama kepada isteri.3. Etika setelah bersenggama, meliputi: One. Etika ketika hendak tidur bagi suami-isteri yang habis bersenggama Two. Etika suami-isteri yang ingin mengulangi senggama mereka yang kedua kalinya. Three. Etika yang berkaitan dengan rahasia senggama suami-isteri Four. Etika yang berkenaan dengan mandi junub. 4. Beberapa hubungan sex yang dilarang Islam: One. Zina (adultery) Two. Anal Sex Three. Bersenggama pada saat isteri sedang menstruasi. Etika sex dalam Islam ini tidak bertentangan dengan fakta-fakta ilmiah, khususnya ditinjau dari aspek Seksologi, Psikologi dan Medis.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > Research Report > Islamic Studies > Tarbiyah
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:35
Last Modified: 16 Nov 2016 07:35
URI: http://kepo.unikom.ac.id/id/eprint/906

Actions (login required)

View Item View Item