ISLAM DAN PLURALISME AGAMA(Studi tentang Interaksi Sosial Antar Umat Beragama Pada Masyarakat Madinah Zaman Rasulullah SAW)

Haris, Abdul and Drs, and Ma, (1999) ISLAM DAN PLURALISME AGAMA(Studi tentang Interaksi Sosial Antar Umat Beragama Pada Masyarakat Madinah Zaman Rasulullah SAW).

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Pluralisme agama dalam era globalisasi merupakan fenomena sosial yang harus dihadapi oleh semua umat beragama. Dalam era seperti ini setiap umat beragama tidak bisa menghindarkan diri dari pergaulan dengan umat beragama lain. Realitas seperti ini membutuhkan sikap yang arif dan bijaksana guna mewujudkan kehidupan yang damai, penuh toleransi, dan saling menghargai. Namun pada kenyataannya, tuntutan untuk hidup berdamai, penuh toleransi, dan saling menghargai dengan umat lain seringkali menghadapi banyak kendala secara internal maupun eksternal, meskipun normatifitas semua agama mengajarkan untuk mewujudkan kehidupan ideal seperti itu. Sebagai agama yang universal, Islam juga memiliki konsepsi yang jelas tentang cara berinteraksi dengan umat lain, bahkan secara empiris pernah mewujudkan pola kehidupan yang ramah dan harmonis di tengah-tengah pluralisme suku, budaya, dan agama. Hal ini diwujudkan oleh Rasulullah Saw. ketika membangun tata kehidupan sosial masyarakat Madinah setelah hijrah sehingga menarik untuk dijadikan objek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep normatif Islam tentang interaksi antar umat beragama dan implementasinya pada masyarakat Madinah zaman Rasulullah, dan secara khusus berusaha mengetahui bentuk-bentuk interaksi sosial dan prosesnya sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah. Data-data diperoleh dengan tehnik dokumentasi dan dianalisa dengan menggunakan tehnik penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif dan historis-sosiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dokrin Islam mengajarkan adanya kesamaan perlakuan antara muslim dan non-muslim dalam interaksi sosialnya. Islam melihat umat lain bukan dari sisi agamanya, akan tetapi melihatnya dari sisi kemanusiannya sebagai makhluk yang mulia dan berpotensi yang harus dihargai hak dan kebebasannya. Oleh karena itu, Islam melarang pemaksaan agama karena hal itu sama dengan merusak hak dan kebebasan manusia. Dalam masyarakat Madinah zaman Rasulullah konsep ini diimplementasikan secara nyata sehingga mampu membangun integritas masyarakat Madinah yang memiliki pluralitas suku, budaya, dan agama. Rasulullah melakukan interaksi sosial dengan umat beragama lain secara akomodatif dan cooperatif yang positif dalam berbagai sektor kehidupan dan menempatkan mereka secara sama dengan umat Islam. Konsep Ukhuwah Islamiyah digunakan Rasulullah untuk membangun integritas antar muslim, dan konsep Ukhuwah Insaniyah untuk membangun integritas antara muslim dengan non-muslim, sedangkan konsep Ukhuwah Wathaniyah untuk membangun integritas masyarakat sebagai warga negara yang sama dalam menghadapi serangan dari luar.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > Research Report > Islamic Studies > Tarbiyah
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:35
Last Modified: 16 Nov 2016 07:35
URI: http://kepo.unikom.ac.id/id/eprint/898

Actions (login required)

View Item View Item