ANALISIS PERENCANAAN KEBUTUHAN KOMPONEN KURSI DAN MEJA TYPE T-75 DI PERUSAHAAN JATI INDAH MEUBEL

Lukman, Denny (2006) ANALISIS PERENCANAAN KEBUTUHAN KOMPONEN KURSI DAN MEJA TYPE T-75 DI PERUSAHAAN JATI INDAH MEUBEL. Diploma thesis, Universitas Komputer Indonesia.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Perusahaan Jati indah meubel adalah suatu perusahaan yang memproduksi segala jenis kursi dan meja yang diantaranya kursi dan meja Type T.75. Perusahaan ini dalam hal pengadaan material mendatangkan dari supplier. Keadaan ini dapat menimbulkan permasalahan yang berhubungan dengan material seperti penundaan sebagai akibat dari terlambatnya material, keterlambatan ini tentu saja akan berpengaruh pada proses produksi, mengingat proses produksi dilakukan tahap demi tahap, dimana setiap tahap menghasilkan komponen yang semakin tinggi tingkatannya. Masalah-masalah tersebut bisa diselesaikan dengan teknik-teknik persediaan, salah satu teknik persediaan diantaranya adalah Material Requirement Planning (MRP) atau disebut juga dengan Perencanaan Kebutuhan Kapasitas. Dengan MRP kita dapat menentukan jumlah komponen yang dibutuhkan dan kapan pelaksanaannnya, apakah komponen yang dibutuhkan, komponen dibuat sendiri atau dipesan pada supplier. Pada MRP dalam hal penentuan jumlah komponen yang dibutuhkan berhubungan dengan metode penentuan ukuran lot, dari sekian banyak metode yang ada pada laporan tugas akhir ini penulis hanya akan menggunakan tiga buah metode, yakni Metode Lot For Lot, Metode Fixed Period Requirement dan Metode Fixed Order Quantity. Karakteristik metode Lot for lot adalah jumlah atau ukuran lot sama dengan kebutuhan dengan demikian tidak akan ada simpanan atau Safety Stock, sedangkan Metode Fixed Order Quantity memiliki jumlah pemesanan yang tetap dengan periode pemesanan bervariasi, jumlah yang ditetapkan berdasarkan pengalaman empirik perusahaan atau berdasarkan kebijaksanaan perusahaan, dengan demikian penetapan jumlah ukuran lot bukan berdasarkan rumus-rumus tertentu, sedangkan Metode Fixed Period Requirement jumlah pemesanan bervariasi dengan periode pemesanan tetap, jumlah lot didapat dari penjumlahan kebutuhan komponen dimasa datang. Dari hasil analisa ternyata Metode Lot for lot menyebabkan perusahaan harus melakukan pemesanan berulang-ulang dan Metode Fixed Order Quantity menyebabkan perusahaan memiliki persediaan yang terlalu banyak. Dengan demikian ukuran lot yang paling baik bagi perusahaan adalah metode Fixed Period Requirement, karena dengan metode ini jumlah persediaan tidak akan terlalu banyak, dengan demikian perusahaan tidak perlu menyediakan fasilitas gudang yang besar. Keyword : Material Requirement Planning, Lot for lot, Fixed Period Requirement, Fixed Order Quantity

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: S1-Final Project > Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer > Teknik Industri > 2006
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer
Universitas Komputer Indonesia > Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer > Teknik Industri (S1)
Depositing User: Admin Repository
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:43
Last Modified: 16 Nov 2016 07:43
URI: http://repository.unikom.ac.id/id/eprint/7755

Actions (login required)

View Item View Item