TANAH TRASS ( KAB.DATI. II NGAWI ) SEBAGAI MATERIAL UNTUK MENINGKATKAN SIFAT-SIFAT FISIK DENGAN STEAM CURING

Ir, and Prasetyo, Lukito and Mt, (2000) TANAH TRASS ( KAB.DATI. II NGAWI ) SEBAGAI MATERIAL UNTUK MENINGKATKAN SIFAT-SIFAT FISIK DENGAN STEAM CURING.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Beton banyak dipakai secara luas sebagai bahan bangunan. Bahan tersebut didapat dengan cara mencampurkan semen, air, pasir, batu pecah dan kadang ditambahkan pula bahan-bahan lain yang bertujuan untuk mendapatkan sifat-sifat khusus yang diinginkan, bahan tersebut bisa bahan kimia, bahan dari alami,limbah dan lain sebagainya dengan proporsi tertentu. Kekuatan beton sangat dipengaruhi terutama oleh jumlah air dan semen yang digunakan atau sering disebut dengan faktor air semen (fas), disamping bahan-bahan lain yang menyusun beton tersebut. Modulus elestisitas beton tidak berkaitan secara langsung dengan sifat-sifat beton lainnya meskipun kekuatan yang lebih tinggi biasanya mempunyai nilai modulus elastisitas lebih tinggi pula. Pemberian bahan tambah sering didasarkan perbandingan terhadap jumlah semen. Didalam penelitian ini dipergunakan perawatan tekanan uap (steam curing) terhadap beton, dimana lama perawatan ditentukan sebesar 10 jam untuk tiap perlakuan. Penekanan dalam penelitian ini, lebih tertuju pada pengaruh penambahan tanah tras terhadap kuat tekan dan modulus elastisitas beton yang diberi perawatan tekanan uap (steam curing). Penambahan tanah tras bervariasi mulai dari 5 %, 10 %, 15 %, 20 %, 25 %, 30 % dari berat semen yang telah ditentukan dalam rencana adukan (mix design). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tanah tras berpengaruh terhadap kuat tekan dan modulus elastisitas beton yang di beri perawatan tekanan uap. Kuat tekan beton optimum terjadi pada penambahan tanah tras 17 % yaitu sebesar 165,207 kg/cm2 atau meningkat sebesar 43 % dari beton yang tidak ditambahkan tanah tras 115,198 kg/cm2. Modulus elastisitas optimum terjadi pada penambahan tanah tras 13 % yaitu sebesar 107.507 kg/cm2 atau meningkat sebesar 9,3 % dari beton yang tidak ditambahkan tanah tras sebesar 98.327 kg/cm2.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > Research Report > Engineering > Civil Engineering
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:35
Last Modified: 16 Nov 2016 07:35
URI: http://kepo.unikom.ac.id/id/eprint/702

Actions (login required)

View Item View Item