Mobilitas penduduk desa-kota dan dampaknya terhadap daerah asal: studi kasus di tiga desa di kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang.

Irawan, Tony (2001) Mobilitas penduduk desa-kota dan dampaknya terhadap daerah asal: studi kasus di tiga desa di kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Dalam rangka penyususan kebijakan mengenai mobilitas penduduk sebagai penunjang pembangunan (nasional, regional dan pedesaan), pengetahuan tentang pola dan perilaku mobilitas penduduk di berbagai daerah di Indonesia khususnya Propinsi Jawa Barat perlu diketahui, karena gejala sosial ini semakin meningkat di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola mobilitas penduduk yang terjadi masyarakat pedesaan menurut daerah tujuan serta sifat mobilitas penduduk, faktor-faktor ayang mempengaruhi penduduk pedesaan untuk melakukan mobilitas, pengaruh mobilitas penduduk terhadap perkembangan daerah asal (pedesaan)serta merumuskan rekomendasi kebijakan pengembangan kawasan pedesaan di tiga desa kasus di Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang sebagai daerah asal mover dikaitkan dengan karakteristik mobilitas penduduk yang terjadi.Lokasi penelitian ditentukan menggunakan metode purposive, yaitu tiga desa kasus (Desa Cipandanwangi, Cisarua dan Kebonkelapa) dikecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang. Pengumpulan data dilakukan melalui survey lapangan, dengan menggunakan kuesioner dan wawancara.Hasil penelitian menunjukkan pola mobilitas penduduk nion permanen dan di dalam ruang lingkup propinsi, merupakan ciri utama mobilitas penduduk pada masyarakat pedesaan. Proporsi rumah tangga mover dibandingkan rumah tangga petani ketiga desa kasus menunjukkan angka 81,67 % Desa yang paling tinggi, yaitu Desa Kebonkelapa sebesar 87,50 %, kemudian Desa Cisarua sebesar 82,50 % dan Desa Cipandanwangi 75 %.Tingkat pendapatan petani di sektor pertanian dan luas lahan yang dimiliki berpengaruh nyata terhadap tingkat mobilitas penduduk di dua desa kasus Yang berarti, semakin rendah tingkat pendapatan petani di sektor pertanian dan semakin tingkat pemilikan lahan pertanian, semakin tinggi tingkat mobilitas penduduk untuk masing-masing desa kasus. Variabel ada /tidaknya teman/saudara ditempat tujuan dan peluang bekerja di luar sektor pertanian di pedesaan berpengaruh terhadap tingkat mobilitas penduduk untuk masing-masing desa kasus.Hal ini menunjukkan adanya teman/saudara di tempat tujuan dan peluang bekerja di luar sektor pertanian di pedesaan merupakan variabel-variabel yang ikut menentukan penduduk dalam memutuskan untuk melakukan mobilitas penduduk.Variabel tingkat pendidikan rumah tangga petani belum tampak pengaruhnya di semua desa kasus.Dampak mobilitas penduduk terhadap rumah tangga petani dan pembangunan di Tiga desa kasus sebagai daerah asal pada umumnya positif. Dampak tersebut dapat dilihat dari penggunaan remitan (kiriman barang atau uang) oleh rumah tangga mover di desa, sumbangan pendapatan dari kegiatan mobilitas penduduk terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga petani, mempercepat proses penerimaan ide-ide baru dan pembukaan lapangan kerja baru dan pada akhirnya mengakibatkan perubahan sosial ekonomi pada masyarakat pedesaan.Mobilitas penduduk dari desa ke kota, baik gerak komutasi, sirkulasi, migrasi semi permanen, maupun migrasi permanen, mengandung nilai-nilai tertentu

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JBPTITBPP > S2-Theses > Management And Planning > Regional And City Planning > 2001
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:35
Last Modified: 16 Nov 2016 07:35
URI: http://kepo.unikom.ac.id/id/eprint/600

Actions (login required)

View Item View Item