Evaluasi laboratorium dari campuran beton aspal dengan menggunakan aspal, lekatan tinggi HBA-80.

Kadarusman, Utang (1999) Evaluasi laboratorium dari campuran beton aspal dengan menggunakan aspal, lekatan tinggi HBA-80.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Perkerasan fleksibel yang dibuat dari bahan aspal biasa tidak cukup lagi mempunyai sifat-sifat yang dibutuhkan bagi beban lalu-lintas yang bertambah, baik dalm jumlah maupun besarnya beban, selain itu juga oleh pengaruh iklim. Penelitian telah difokuskan pada upaya memodifikasi sifat-sifat aspal biasa dengan berbagai maacam bahan additives yang menekankan pada ketahanan dan kepekaan terhadap pengaruh temperatur pada bahan pengikat tersebut dengan mempertahankan fleksibilitas dan ketahanannya terhadap deformasi permanen. Tesis ini membahas evaluasi laboratorium dari suatu aspal modifikaasi polimer, yaitu HBA-80. Sifat-sifat HBA-80 diperbandingkan dengan yang dipunyai AC-60 sebagaimana pula melalui sifat-sifat campuran aspal beton lapis permukaan yang dibuat dari kedua bahan pengikat tersebut. Uji penetrasi yang dilakukan sebelum dan sesudah Rolling Thin Film Oven Test (RTFOT) menunjukkan bahwa pada rentang temperatur yang lebih tinggi (30oC-35oC) HBA-80 kurang peka terhadap pengaruh temperatur dari pada AC-60. Uji viskositas rotational viscometer sebelum RTFOT menunjukkan bahwa viskositas HBA-80 nampak lebih tinggi daripada yang dimiliki oleh AC-60 tetapi lebih peka terhadap pengaruh temperatur. Hasil uji ketahanan yang diukur dari RTFOT, penetraasi setelah RTFOT dan perubahan titik lembek setelah RTFOT tidak menunjukkan kesimpulan yang sejalan. Kadar bitumen optimum campuran aspal yang dibuat dari bitumen HBA-80 dan AC-60 yang diperoleh dari analisa Marshall maasing-masing adalah 6,30%; sejalan dengan nilai-nilai dari indeks stabilitas sisa yang diperoleh masing-maasing sebesar 89,90% dan 63,58%. Pada kadar aspal optimum, nilai-nilai indirect tensile strength dan indirect tensile resilient modulus pada kedua campuran aspal menunjukkan gejala yang kurang lebih sama pada rentang temperatur investigaasi. Pada rentang temperatur yang lebih tinggi campuran aspal HBA-80 menunjukkan nilai-nilai yang lebih baik untuk kedua parameter tersebut diatas dan pada rentang temperatur yang lebih rendah nampak kurang peka terhadap pengaruh temperatur. Pada uji lintasan roda, campuran aspal HBA-80 nampak lebih tahan terhadap deformaasi pada temperatur yang lebih tinggi tetapi nampak hampir identik dengan campuran aspal AC-60 pada temperatur yang lebih rendah.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JBPTITBPP > S2-Theses > Engineering > Highway Systems And Eng. > 1999
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:34
Last Modified: 16 Nov 2016 07:34
URI: http://kepo.unikom.ac.id/id/eprint/342

Actions (login required)

View Item View Item