Perancangan pengontrol ierative larning control (ILC) untuk pertumbuhan Saccharommyces Cerevisiae dalam proses fermentasi umpan curah

Merry Sartika, Erwani (2000) Perancangan pengontrol ierative larning control (ILC) untuk pertumbuhan Saccharommyces Cerevisiae dalam proses fermentasi umpan curah.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Proses fermentasi adalah sebuah proses yang sangat dikenal dalam sejarah manusia dalam memproduksi makanan seperti tempe, yoghurt, keju dan lain-lain. Sampai saat ini masih sedikit penelitian mengalam yang mencoba untuk mengontrol hasil fermentasi ini. Salah satu penyebab tidak berkembangnya pengontrolan untuk fermentasi karena proses ini memiliki karakteristik yang kompleks yang melibatkan banyak variabel proses, baik variabel fisis maupun variabel kimiaSebuah pendekatan untuk memecahkan masalah ini adalah dengan Iterative Learning Control (ILC). ILC adalah sebuah teknik untuk memperbaiki unjuk kerja dan sistem atau proses yang dioperasikan balk dalam bentuk curate, umpan curate, atau kontinu. ILC akan sangat bermanfaat bila sistem yang dikontrol mengalami berbagai jenis input dan ketidakpastian rancangan atau model. ILC mempal,an disain pengontrol yang akan dapat menjamm pemenuhan sebuah trayektori yang diinginkan dengan akurasi yang dapat ditenma.Tesis ini bertujuan merancang pengontrol untuk proses umpan curate dalam menghasilkan pertumbuhan ragi (Saccharomyces cerevisiae) menggunakan metode ILC Metode ILC digunakan untuk mendapatkan pola laju aliran glukosa yang mampu menghasilkan pertumbuhan Saccharomyces cerevisiae seperti profil pertumbuhan yang ditentukan.Secara khusus penelitian ini merancang pengontrol untuk proses fermentasi umpan curate dengan menggunakan dua metoda ILC yaitu Finite Horizon Learning Control (FHLC) dan NonLinear Learning Control (NLC. Perancangan FHLC mengasumsikan bahwa sistem yang ditinjau adalah limer dimana diperlukan suatu jems masukan fungsi tangga dengan tmgkat kenaikan yang lebih rapat untuk mendapatkan hasil yang cukup baik. Sebagai contoh untuk fungsi tangga dengan jumlah anak tangga 8 buah didapatkan kesalahan integrasi sebesar 0.05. Sedangkan pada NLC, pengujian dilakukan dengan tiga jenis laju aliran berbentuk sinusoida, tangga dan step. NLC membutuhkan 5 sampai dengan 8 iterasi belajar untuk sinusoida dengan kesalahan integrasi sebesar 0.0016 dan tangga dengan kesalahan integrasi sebesar 0.003, sedangkan untuk step membutuhkan sampai 20 iterasi dengan kesalahan integrasi sebesar 0.0111.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JBPTITBPP > S2-Theses > Engineering > Instrumentation And Control > 2000
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:38
Last Modified: 16 Nov 2016 07:38
URI: http://kepo.unikom.ac.id/id/eprint/3356

Actions (login required)

View Item View Item