Pengaruh perendaman air garam terhadap keawetan campuran hot rolled sheet

Syukri, (1999) Pengaruh perendaman air garam terhadap keawetan campuran hot rolled sheet.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Keawetan suatu campuran aspal berhubungan dengan kemampuannya untuk menahan kerusakan akibat pengaruh air dan suhu. Kehilangan keawetan adalah merupakan faktor utama dalam kegagalan suatu perkerasan. Ketika perencanaan suatu campuran, keawetan umumnya ditaksir dengan meninjau kehilangan atas kekuatan melalui perendaman dalam waktu yang relatif singkat di dalam air pada suhu tinggi. Pengujian seperti itu tidak dapat memberikan sutau taksiran yang teliti dari pengaruh jangka panjang akibat masuknya airDi Indonesia, banyak jalan yang berhubungan dengan daerah pantai yang seringkali digenangi oleh air laut pada suhu lingkungan dalam waktu yang lama. Tesis ini menggambarkan suatu penelitian dari pengaruh perendaman di dalam air biasa dan didalam air yang mengandung 5%, 7,5% dan 10% garam terhadap sifat-sifat mekanik dari campuran HRS klas A. Campuran didesain dengan analisa Marshall dan pengujian yang dilakukan terhadap campuran pada kadar aspal optimum melalui perendaman selama 10, 20 dan 30 hari adalah stabilitas Marshall, indirect tensile strength dan ketahanan terhadap deformasi dengan pengujian wheel tracking. Campuran memenuhi standar konvensional Bina Marga terhadap kehilangan stabilitas (>25%) dan standar tersebut juga memenuhi bagi benda uji yang direndam selama 30 hari di dalam air biasa dan di dalam air garam pada suhu lingkungan. Pola pengujian untuk stabilitas dan indirect tensile strength adalah sama. Benda uji yang direndam di dalam air biasa menunjukkan suatu penurunan tahap demi terhadap kekuatan sesuai dengan pertambahan waktu perendaman; benda uji yang direndam di dalam air garam mengalami peningkatan awal terhadap kekuatan dan kemudian menunjukkan suatu kehilangan kekuatan yang berarti ketika waktu perendaman diperpanjang menjadi 30 hari. Deformasi dengan pengujian wheel tracking meningkat dengan meningkatnya waktu perendaman. Atas dasar indeks keawetan kedua yang diusulkan oleh Craus dan kawan-kawan (1981), kehilangan keawetan yang paling berarti adalah yang ditunjukkan oleh benda uji yang direndam di dalam air biasa. Kadar garam kelihatannya mempunyai sedikit pengaruh terhadap parameter ini; kehilangan keawetan meningkat dengan peningkatan konsentrasi garam.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JBPTITBPP > S2-Theses > Engineering > Highway Systems And Eng. > 1999
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:34
Last Modified: 16 Nov 2016 07:34
URI: http://kepo.unikom.ac.id/id/eprint/321

Actions (login required)

View Item View Item