Pengembangan perekam digital dan pendeteksi gempa menggunakan metode STA/LTA pada seismograf telemetri.

Supriyadi, Yusuf (2000) Pengembangan perekam digital dan pendeteksi gempa menggunakan metode STA/LTA pada seismograf telemetri.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Telah dilakukan pengembangan perangkat perekam digital dan pendeteksi sinyal gempa bumi menggunakan metoda perbandingan Short Term Average (STA) dan Long Term Average (LTA) pada jaringan seismoraf telemetri Pusat Gempa Regional (PGR). Untuk pengembangan perekam digital dan pendeteksi ini diperlukan perangkat tambahan 1 unit komputer (PC), 1 module ADC, program akuisisi dan program deteksi yang ditulis menggunakan program aplikasi LabVIEW (Laboratory Virtual Instrument Engineering Workbench) dari National Instruments.Ada beberapa alasan mengapa pengembangan ini dilakukan, pertama adalah tidak tersedianya data digital untuk pemrosesan sinyal digital ditingkat Pusat Gempa Regional, kedua adalah dengan mengimplementasikan pendeteksi sinyal gempa pada hasil akuisisi data yang dibuat diharapkan mampu mengurangi kapasitas media penyimpan, karena yang tersimpan adalah data yang berkorespondensi dengan suatu event.Untuk menunjukkan kemampuan perangkat yang dikembangkan telah dilakukan uji linieritas yang meliputi karakteristik static, rentang frekuensi dan pengukuran data. Sedangkan untuk menguji kemampuan pendeteksi sinyal yang berfungsi untuk memilih dan memisahkan data yang hanya mengandung informasi sinyal gempa saja, telah dilakukan uji menggunakan data simulasi dan data gempa sesungguhnya.Hasil akhir penelitian ini menunjukkan bahwa akuisisi data yang dikembangkan mampu digunakan dengan baik untuk rentang frekuensi antara 0,0 – 20,0 Hz dan tegangan masukan keluaran mempunyai sensitivitas antara 0,97 – 1,9 dengan offset antara 0,3 – 8,3 mVolt. Sedangkan implementasi pendeteksi sinyal gempa untuk 18 data uji yang terdiri atas 6 data gempa simulasi, 7 data gempa local, 5 gempa tele memberikan tingkat keberhasilan untuk gempa simulasi (6/6) 100%, gempa local (5/7) 100% dan gempa tele (3/5) 60%. Pemrosesan sinyal menggunakan analisa spectrum frekuensi memberikan hasil lebar pita frekuensi dan frekuensi harmonis untuk gempa local antara 0,01 – 10 Hz dan pada 1 Hz, sedangkan untuk gempa tele antara 0,01 – 1,5 Hz dan pada 0,4 Hz.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JBPTITBPP > S2-Theses > Engineering > Instrumentation And Control > 2000
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:34
Last Modified: 16 Nov 2016 07:34
URI: http://kepo.unikom.ac.id/id/eprint/308

Actions (login required)

View Item View Item