Analisa dampak kebijakan fiskal terhadap keseimbangan internal ekonomi makro Indonesia.

Arni, Enggia (1999) Analisa dampak kebijakan fiskal terhadap keseimbangan internal ekonomi makro Indonesia.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Krisis moneter telah memporak porandakan perekonomian makro Indonesia. Ada 4 indikator utama ekonomi makro, yaitu: laju pertumbuhan ekonomi (GDP), tingkat inflasi, tingkat penyerapan tenaga kerja, dan keseimbangan neraca pembayaran (ekspor-impor). Semua indicator ekonomi makro Indonesia berada dibawah batas ambang kenormalan.Ada dua instrumen untuk memperbaiki indicator ekonomi makro tersebut, yaitu melalui kebijakan fiscal dan moneter. Dua kebijakan ini harus dilakukan sejalan, karena bersifat saling mengimbangi. Studi ini bertujuan untuk melihat dampak kebijakan fiskal terhadap keseimbangan internal ekonomi makro Indonesia, dengan mengabaikan keseimbangan eksternalnya, yaitu neraca pembayaran. Kebijakan fiscal dan moneter dalam studi ini adalah pengeluaran pemerintah (G), jumlah uang beredar (Ms), dan pajak pendapatan(t1). Sedangkan keseimbangan internal ekonomi makro, adalah pertumbuhan ekonomi (GDP), tingkat harga (inflasi) dan penyerapan tenaga kerja (e).Dari hasil analisa disimpulkan bahwa, kebijakan peningkatan pengeluaran pemerintah memberikan dampak positif yang cukup berarti terhadap pertumbuhan GDP, dan penyerapan tenaga kerja, walau pun terjadi peningkatan inflasi yang relatif kecil. Kebijakan peningkatan pajak pendapatan memberikan dampak yang positif terhadap pertumbuhan GDP tetapi menurunkan penyerapan tenaga kerja, sementara tingkat inflasi masih dalam batas normal. Kebijakan penambahan uang beredar memberikan dampak yang sangat buruk terhadap ekonomi makro Indonesia.Berdasarkan hasil analisa ada beberapa hal yang dapat direkomendasikan, yaitu: kebijakan meningkatkan pengeluaran pemerintah dan pajak pendapatan sangat berarti dalam perbaikan ekonomi Indonesia, tingkat suku bunga yang optimal adalah 23%. Perlu dipikirkan kebijakan untuk mengurangi jumlah uang beredar.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JBPTITBPP > S2-Theses > Management And Planning > Industrial Management > 2000
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:34
Last Modified: 16 Nov 2016 07:34
URI: http://kepo.unikom.ac.id/id/eprint/260

Actions (login required)

View Item View Item