Model penjadwalan pemetikan dengan pendekatan programa dinamis minimasi biaya pemetikan: studi kasus pada perkebunan Ciater PT. Perkebunan Nusantara VIII.

Mahsanah Budiyati, Siti (2000) Model penjadwalan pemetikan dengan pendekatan programa dinamis minimasi biaya pemetikan: studi kasus pada perkebunan Ciater PT. Perkebunan Nusantara VIII.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Penerapan aturan gilir petik pada Perkebunan Ciater PT Perkebunan Nusantara VIII berlaku sama untuk semua blok kebun, yaitu berkisar antara 12-14 hari sekali. Hal ini menjadi salah satu sebab sering tidak terpenuhinya rencana produksi baik dari aspek kuantitas maupun kualitas the, karena perbedaan ketinggian tempat dan umum pangkas diantara blok-blok kebun tersebut. menyebabkan kecepatan pertumbuhan pucuk teh juga berbeda-beda. Sehingga diperlukan aturan gilir petik yang sesuai dengan pertumbuhan pucuk teh. Dua tahap pemecahan masalah diperlukan untuk memecahkan masalah diatas. Tahap pertama adalah pencarian panjang gilir petik dan pola penurunan kualitas pucuk teh sesuai ketinggian tempat dan umur pangkas masing-masing kelompok blok kebun. Teknik pendekatan yang digunakan adalah regresi. Selanjutnya pola penurunan kualitas pucuk teh tersebut digunakan untuk menentukan biaya penurunan kualitas pucuk teh, dan biaya akibat tersisanya pucuk teh di kebun, yang merupakan komponen dari total biaya pemetikan selain biaya langsung pemetikan. Tahap yang kedua adalah menyusun model penjadwalan pemetikan yang dapat meminimalkan total biaya pemetikan dan penurunan kualitas pucuk teh. Formulasi matematik yang digunakan untuk memodelkan adalah programa dinamis, model ini merupakan modifikasi dari model persediaan-produksi dinamis. Karena fungsi komponen biaya pemetikan berbentuk linier dan konveks, maka dapat diterapkan terminology transportasi untuk menentukan jadwal pemetikan dengan perhitungan yang lebih sederhana. Penerapan model penjadwalan pemetikan dengan rolling schedule, dimana selang waktu penjadwalan setiap 3 hari sekali yang disesuaikan dengan kecepatan pertumbuhan pucuk teh. Hasil penerapan model memperlihatkan penurunan total biaya pemetikan. Meskipun penurunan total biaya pemetikan relatif kecil, tetapi dengan penerapan model tersebut target kualitas teh yang dipetik lebih mudah dicapai, dan penurunan kualitas pucuk teh yang tersisa dikebun dapat diminimumkan.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JBPTITBPP > S2-Theses > Management And Planning > Industrial Management > 2000
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:34
Last Modified: 16 Nov 2016 07:34
URI: http://kepo.unikom.ac.id/id/eprint/259

Actions (login required)

View Item View Item