Proses berkarya melalui pendekatan fenomena sosial dan lingkungan: mentransformasikan fenomena sosial dan lingkungan yang terjadi di masyarakat kota Bandung ke dalam karya seni rupa - dengan tema: yang tersisih; yang terdesak.

Sudrajat, Dadang (2000) Proses berkarya melalui pendekatan fenomena sosial dan lingkungan: mentransformasikan fenomena sosial dan lingkungan yang terjadi di masyarakat kota Bandung ke dalam karya seni rupa - dengan tema: yang tersisih; yang terdesak.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Persoalan alam dan sosial terus berlanjut selama alam ini ada dan manusia terus bergaul dengan lingkungannya (alam). Sehingga alam (lingkungan) lama kelamaan telah menjadi referensi; mempengaruhi dan seringkali mengganggu kehidupan dan bahkan bagi penulis telah membangun sebuah kegelisahan pribadi yang selalu ingin diceritakan dan disampaikan kepada orang lain atau bahkan kepada fihak yang paling bertanggung jawab atas kebijakan yang mengakibatkan kerusakan tersebut. Perusakan itu sendiri terus berlangsung tanpa ada perubahan yang memberikan ketenangan. Persoalan menjadi semakin bertambah dan semakin kompleks, dari hari ke hari semakin rumit dan sulit dicari jalan keluarnya. Namun demikian seandainya tidak diambil langkah inisiatif untuk melakukan sesuatu atau membiarkan semua itu terus berlangsung tanpa kepedulian apapun maka suatu saat malapetaka akan menimpa. Namun seandainya melakukan sesuatu walaupun yang dilakukan itu bisa jadi tidak memberikan dampak apapun terhadap kenyataan yang ada, minimal merupakan catatan bagi diri sendiri untuk bercermin atau upaya mengevaluasi kenyataan yang terjadi. Tidak perlu jauh-jauh, fenomena umum yang terjadi di sekeliling kita semua seringkali terlupakan atau tidak kita pedulikan, seakan-akan sudah menjadi sebuah ‘kepasrahan’ yang dijalani sebagai sebuah rutinitas hidup, tanpa kita sadari telah menghanyutkan hidup dan kehidupan manusia ke dalam sebuah perubahan tatanan peradaban dan kebudayaan yang belum tentu benar. Bertolak dari kegelisahan kepedulian itu sendiri nampaknya perlu disampaikan melalui bahasa yang dianggap paling mewakili dan paling dikuasai. Adapun kepentingan dari fenomena tersebut terhadap karya seni rupa adalah mencoba menarik pokok-pokok kajian secara ilmiah melalui kajian ilmu sosial dan pertanian, sejauh itu dianggap penting serta mampu memberikan landasan konsep yang optimal terhadap karya yang dibuat. Untuk mendapatkan data secara akurat dan tepat perlu diadakan penelitian dengan melihat dan menganalisis fenomena tersebut secara langsung dalam rangka mengumpulkan potensi-potensi secara teori dan visual untuk dapat ditarik menjadi sebuah rumusan yang kemudian dijabarkan secara konseptual. Sementara karya itu sendiri adalah sebagai narasi dan representasi dari fenomena yang terjadi di masyarakat yang bersifat kontekstual dan aktual, yang dibangun dengan bahasa tertentu. Representasi karya dalam prosesnya bersinggungan dengan kenyataan obyektif di luar diri penulis, sekaligus kenyataan di dalam diri penulis sendiri. Persinggungan ini menimpulkan respons atau tanggapan yang kemudian direpresentasikan secara sadar dengan cara melahirkan karya seni. Sementara proses berkesenian itu sendiri merupakan sebuah kegiatan yang menuntut intensitas olah bentuk sebagai reaksi dari sebuah keadaan. Sementara karya seni merupakan sebuah mekanisme dari sistem relasional ruang dan waktu. Dalam perkembangan lebih lanjut karya seni adalah sebagai sebuah ruang yang menyimpan sublimasi waktu, dan bisa menjadi sejarah. Dengan kata lain kesenian menjadi sebuah genre, yang akhirnya menjadi sebuah kenangan atau jeda.Bahasa dalam karya Tugas Akhir (TA) ini diterjemahkan melalui bentuk susunan kayu yang menyerupai konstruksi bangunan belum jadi yang dilengkapi dengan elemen pendukung, dalam rangka membangun suasana, kondisi atau kesan. Dengan ukuran yang cukup besar, bentuk bangunan setengah jadi tersebut mempunyai sifat: kaku, kokoh, mati, kasar, angkuh, sombong, asing, tidak akrab, dan tidak manusiawi yang kemudian dipadukan –secara kontras- dengan tanaman padi yang membawa sifat organis seperti sifat hidup, tumbuh, lentur, romantis, indah ds. Sebagai tambahan ditampilkan pula berbagai alat mekanik dan elektrikakan menyuguhkan sebuah pertunjukan yang menarik dan menjadi sebuah tontonan dinamis atau pertunjukan yang tidak hanya menghibur namun mengajak untuk berfikir, ‘mendekatkan diri’ dengan karya.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JBPTITBPP > S2-Theses > Fine Arts And Design > Design > 2000
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:37
Last Modified: 16 Nov 2016 07:37
URI: http://kepo.unikom.ac.id/id/eprint/2319

Actions (login required)

View Item View Item