Isolasi, sulfonasi dan asetilasi lignin dari tandan kosong sawit dan studi pengaruhnya terhadap proses pelarutan urea.

Syahmani, (2000) Isolasi, sulfonasi dan asetilasi lignin dari tandan kosong sawit dan studi pengaruhnya terhadap proses pelarutan urea.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Telah dilakukan isolasi, sulfonasi, dan asetilasi lignin dari Tandan Kosong Sawit (TKS). Hasil percobaan menunjukkan bahwa kondisi optimum untuk mendapatkan lignin dari lindi hitam pulp TKS adalah pada pH=2 suhu 60OC. Lignin yang dapat diisolasi mencapai 30,29% berat dari total padatan yang terdapat dalam lindi hitam. Spektra ultra violet dan infra merah lignin hasil isolasi menunjukkan kemiripan yang tinggi dengan lignin standar. Lignin yang diperoleh mempunyai Mw 2,478 x 105, Mn 1,198 x 104, indeks polidispersitas 20,68 dan kemurnian 88,76%. Sulfonasi terhadap 1 gram lignin dengan bisulfit pada pH=5 dan suhu 100OC selama 4 jam memberikan 2,249 gram natrium lignosulfonat dengankemurnian 83,95%. Asetilasi terhadap 1 gram lignin dengan anhidrida setat-piridin (1:1 v/v) pada suhu kamar selama 48 jam memberikan 1,1776 gram lignin asetat dengan kandungan asetil 22,76% berat. Kandungan gugus hidroksil fenolat bebas dalam lignin, natrium lignosulfonat, dan lignin asetat berturut-turut adalah 1,23%, 0,64%, dan 0,14% berat. Estimasi jumlah gugus-gugus fungsi penting dalam satu molekul lignin TKS yang diisolasi pada pH=2 suhu 60OC, dengan jumlah monomer lignin (C9) sebanyak 1.377 unit adalah 179 buah gugus hidroksil fenolat bebas, 1.579 buah gugus hidroksil alifatik, dan 165 buah ikatan rangkap C=C. Lignin, natrium lignosulfonat, dan lignin asetat yang diperoleh dicoba untuk digunakan sebagai binder urea. Hasil uji pelarutan urea menunjukkan urutan kecepatan pelarutan urea dari yang cepat sampai yang lambat adalah natrium lignosulfonat-urea, urea tablet komersial, lignin-urea, dan lignin asetat-urea. Efek binder yang baik ditunjukkan oleh lignin asetat-urea 12% b/b, lignin-urea 6% b/b, dan natrium lignosulfonat-urea 6% b/b, karena kurva pelarutannya relatif landai, sehingga akan menyediakan urea secara lebih seragam. Sifat pelarutan pupuk urea komersial mendekati sifat pelarutan lignin-urea 2% b/b.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JBPTITBPP > S2-Theses > Natural Sciences > Chemistry > 2000
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:36
Last Modified: 16 Nov 2016 07:36
URI: http://kepo.unikom.ac.id/id/eprint/2039

Actions (login required)

View Item View Item