POLA PELAYANANKEHAMILAN DAN PERSALINANMENURUT PROGRAM JARING PENGAMAN SOSIAL (PJPS)(Studi : Pasien IBI (Ikatan Bidan Indonesia) Dati II Kotamadya Malang 1999-2000)

Boedirochminarni, Arfida and Ms, Dra (2000) POLA PELAYANANKEHAMILAN DAN PERSALINANMENURUT PROGRAM JARING PENGAMAN SOSIAL (PJPS)(Studi : Pasien IBI (Ikatan Bidan Indonesia) Dati II Kotamadya Malang 1999-2000).

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar bagi setiap manusia, oleh karena itu pelayanan kesehatan harus diberikan kepada setiap manusia yang membutuhkannya. Tidak ada alasan untuk "tidak" memberikan pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin atau keluarga yang kurang beruntung (pra sejahtera dan keluarga sejahtera I (KS I) karena ekonomi; atau keluarga miskin lainnya); pedoman PJPS -BK, 1998.Pembangunan kesehatan adalah pembangunan investasi sumber daya manusia. Kalau berjalan baik, hasilnya baru akan tampak "sekian tahun mendatang". Menurut Menkes Suyuti '2000; dikatakan bahwa program kedaruratan yang di garap departemen kesehatan terutama adalah program jaring pengaman sosial bidang kesehatan (PJPS-BK). Program ini bertujuan, mengatasi dampak krisis ekonomi terhadap kesehatan dan gizi. Sasarannya adalah keluarga miskin yaitu keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera I (satu), dengan alasan ekonomi serta keluarga miskin lain yang ditetapkan Tim Desa.Menurut Departeman kesehatan' 2000, pada tahun anggaran 1999/2000 seluruh kegiatan program JPS-BK dibiayai dari pinjaman bank Pembangunan Asia (ADB) melalui Project Loan Health Nutrition Sector Development Program sebesar Rp. 819,5 Milyar. Sejauh ini keluarga miskin yang mendapat pelayanan kesehatan puskesmas sebanyak 6,4 juta; sedang ibu hamil yang mendapat pelayanan kebidanan sebanyak 760.403 orang; ibu bersalin yang di tolong bidan atau petugas kesehatan 296.979 orang; ibu hamil/nifas yang kekurangan energi kronis (KEK) yang mendapat pemberian makanan tambahan (PMT) berjumlah 382.632 orang.Masalah kekurangan gizi merupakan masalah yang komplek yang dipengaruhi berbagai faktor. Secara mikro, kekurangan gizi bisa disebabkan oleh tidak tersedianya atau berkurangnya persediaan pangan ditingkat rumah tangga, kurangnya pengetahuan dan prilaku masyarakat dalam pemeliharaan gizi, keadaan kesehatan terutama penyakit infeksi yang mempengaruhi penggunaan zat gizi oleh tubuh.Secara makro masalah gizi dipengaruhi faktor penurunan daya beli, gagal panen, kesulitan distribusi, akses terhadap pelayanan kesehatan dan faktor sosial budaya."Penanggulangan kekurangan gizi memerlukan pendekatan secara menyeluruh, melibatkan berbagai sektor terkait. Perhatian perlu dititik beratkan kepada pada setiap jalur pangan; mulai dari produksi, distribusi, konsumsi sampai masalah pelayanan gizi dan kesehatan", Menkes ' 2000 Kompas.Dengan demikian penelitian yang akan dilakukan dengan Judul "Pola Pelayananan Kehamilan dan Persalinan Menurut PJPS", sangat diperlukan, dimana penelitian ini termasuk dalam bidang kesehatan reproduksi, namun dalam bahasan banyak penyelesaiannya tidak bisa hanya dilakukan dengan melihat dari sudut pandang kesehatan, namun aspek sosial ekonomi seringkali yang harus dicermati, karena akan banyak membantu memecahkan masalah.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > Research Report > Misc
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:35
Last Modified: 16 Nov 2016 07:35
URI: http://kepo.unikom.ac.id/id/eprint/1181

Actions (login required)

View Item View Item