MANAJEMEN USAHA TERNAK SAPI PERAHDI DESA SIDOMULYO KECAMATAN BATU KOTATIF BATU

Baroh, Istis and Mp, Ir (1999) MANAJEMEN USAHA TERNAK SAPI PERAHDI DESA SIDOMULYO KECAMATAN BATU KOTATIF BATU.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Pembangunan sub sektor peternakan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan pertanian secara umum dan pertujuan meningkatkan pendapatan dan taraf hidup masyarakat, memperluas lapangan kerja dan kesempatan berusaha serta memenuhi kebutuhan pangan dan gizi yang sesuai dengan sasaran dan tujuan yang terdapat pada Pola Umum Pelita VI. Pencapaian tujuan ini dilakukan dengan usaha pembinaan daerah-daerah produksi peternakan, yang telah ada maupun pengembangan dan pemanfaatan teknologi yang dapat menunjang pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Dalam pembangunan jangka panjang tahap II (PJPT II) pemerintah memberikan perhatian khusus kepada pembinaan dan pengembangan sapi perah secara nasional. Pengembangan usaha sapi prah merupakan salah satu dari pendekatan-pendekatan terpadu dalam strategi pembangunan sub sektor peternakan. Hal ini disebabkan selain nilai ekonomi dari usaha pertanian non beras tersebut lebih tinggi dan menguntungkan bagi petani dalam meningkatkan penghasilannya, juga kenyataan menunjukkan bahwa pengembangan usaha ini dalam negeri khususnya peningkatan produksi mengakibatkan ketergantungan impor susu semakin berkurang. Dimana rsio susu impor pada tahun 1978 tercatat 1 : 25, bisa ditekan menjadi 1 : 0,7 yang berarti suatu kemajuan yang sangat besar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya (Soehardji, 1992). Perkembangan usaha peternakan sapi perah di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun akibat peningkatan permintaan akan bahan pangan asal ternak, sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan kesadaran masyarakat akan pentingnya susu sebagai salah satu sumber protein hewani. Dilain pihak harus diakui bahwa produksi susu dalam negeri masih rendah jika dibandingkan dengan tingkat permintaan. Berdasarkan laporan statistik tahun 1994, bahwa produksi susu dalam negeri pada tahun 1991 mencapai 315.200 ton, tahun 1992 meningkat menjadi 321.280 ton dan tahun 1993 mencapai 360.900 ton atau mengalami peningkatan masing-masing 1,95%, dan 12,3%. Permintaan susu dalam negeri pada tahun 1991 sebesar 806.920 ton, tahun 1992 sebesar 810.140 ton dan pada tahun 1993 mencapai 823.320 ton (Anonim,1994).

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > Research Report > Agriculture > Agronomy
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:35
Last Modified: 16 Nov 2016 07:35
URI: http://kepo.unikom.ac.id/id/eprint/1132

Actions (login required)

View Item View Item