PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN ZAT PENGATUR TUMBUH PLANT STIMULAND DAN INTERVAL PEMBERIAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.)

Triwanto, Joko and Mp, Ir (2000) PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN ZAT PENGATUR TUMBUH PLANT STIMULAND DAN INTERVAL PEMBERIAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.).

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu dari sekian banyak tanaman yang mempunyai peluang cukup besar bagi perdagangan, baik di dalam maupun di luar negeri. Komoditi kakao pada masa yang akan datang diharapkan akan dapat menduduki tempat yang sejajar dengan komoditi karet dan kelapa sawit. Komoditi kakao mempunyai peluang untuk pasaran ekspor, sehingga dapat meningkatkan devisa negara. Untuk itu pemerintah berusaha meningkatkan dan mengembangkannya. Usaha-usaha yang akan dilaksanakan antara lain perluasan areal, rehabilitasi, intensifikasi dan diversifikasi.Produksi kakao di Indonesia berasal dari perkebunan negara, perkebunan swasta, dan perkebunan rakyat. Perkebunan kakao yang dikelola oleh perkebunan rakyat memperlihatkan adanya peningkatan sebesar 33,28 % per tahun. Pada perkebunan yang dikelola oleh perkebunan swasta produksi kakao juga mengalami peningkatan produksi sebesar 22,05 % per tahun. Sedangkan produksi kakao yang dikelola oleh perkebunan negara (BUMN) perkembangannya mengalami penurunan, bila dibandingkan dengan perkebunan yang dikelola oleh perkebunan swasta maupun perkebunan yang dikelola oleh rakyat.Salah satu usaha yang dapat dikelola untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas produksi tanaman kakao adalah dengan memperhatikan aspek dari budidaya dari tanaman kakao itu sendiri. Diantaranya adalah pengolahan tanaha, pemupukan, pemangkasan, pengendalian hama dan penyakit serta pemberian zat pengatur tumbuh. Yang juga tidak kalah penting dan harus diperhatikan dalam budidaya tanaman kakao adalah penyediaan bahan tanam dalam pembibitan, karena dari pembibitan inilah akan didapatkan bahan tanam yang layak untuk ditanam di lapang yang nantinya akan menghasilkan bibit tanaman kakao yang mampu berproduksi secara maksimal (Sunanto, 1992).

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > Research Report > Agriculture > Forestry
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:35
Last Modified: 16 Nov 2016 07:35
URI: http://kepo.unikom.ac.id/id/eprint/1116

Actions (login required)

View Item View Item