ANALISIS KONTRASTIF ANTARA BAHASA INDONESIADAN BAHASA DAERAH JAWA PADA WACANA BERITASURAT KABAR HARIAN BERBAHASA INDONESIA(Studi Analisis Struktural Teks Berita)

Sudjalil, and Drs, and Si, M (1999) ANALISIS KONTRASTIF ANTARA BAHASA INDONESIADAN BAHASA DAERAH JAWA PADA WACANA BERITASURAT KABAR HARIAN BERBAHASA INDONESIA(Studi Analisis Struktural Teks Berita).

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh suatu anggapan bahwa keterpengaruhan bahasa Indonesia oleh unsur-unsur bahasa daerah tidak lagi menyebabkan menjadi bahasa Indonesia amburadul, tetapi justru akan memberi corak bahasa yang kokoh dan akan menuju bahasa modern. Yang perlu mendapat perhatian kita semua adalah bahasa modern yang telah mengalami pembakuan atau kodifikasi baik sistem ataupun kaidah penggunaannya. Secara khusus, tujuan yang akan dicapai adalah mendeskripsikan perbedaan struktur morfem dan struktur kalimat dalam teks berita surat kabar berbahasa Indonesia “Republika” , 21 kolom Politika Edisi Desember 1998. Untuk mencapai tujuan pene-litian tersebut menggunakan metode deskriptif kualitatif, sehingga informasi yang di dapat berupa pernyataan-pernyataan tentang perbedaan struktur morfem dan kalimat dalam teks berita.Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur kalimat bahasa Indonesia yang menggunakan bentuk kata dengan morfem terikat –nya dapat berubah struktur jika telah diterjemahkan kembali ke dalam bentuk asal kalimat itu. Bentuk gabung dengan morfem terikat –nya ini terdapat pada jenis kata benda, kerja ataupun keadaan. Dalam struktur kalimat Jawa morfem –nya cenderung diletakkan pada segmen yang men-duduki fungsi subjek dan jarang terjadi pada segmen yang menduduki fungsi predikat, keterangan. Pengubahan penempatan struktur inilah yang menyebabkan struktur kali-mat bahasa Indonesia atau bahasa Jawa lazim digunakan atau tidak. Peristiwa-peristiwa penggunaan morfem N- F (zero) pada kalimat bahasa Indonesia pada hakikatnya tidak lazim/baku. Struktur kalimat tersebut masih me-nempatkan fungsi subjek pada awal kalimat. Karena tidak menggunakan nasal pada bentuk kerja inilah akan menyebabkan kesulitan memahami makna kata itu, misalnya kata bentuk. Kata ini dapat diartikan sebagai wujud dan buat. Kata wujud termasuk jenis kata benda “nomen”, sedangkan kata buat termasuk jenis kata kerja. Peristiwa penggunaan bentuk kata-kata dalam struktur kalimat bahasa Indonesia seperti di atas dapat digolongkan peristiwa interferensi morfologis. Hal ini disebabkan bentuk kata N- F (zero) dianggap tidak lazim atau tidak baku dalam struktur kalimat bahasa Indonesia. Justru dalam struktur kalimat bahasa Jawa, peng-gunaan morfem-morfem di atas mengalami nasalisasi. Kata-kata ngajak, ngawe, nglapurake, mbantah, nyam-bangi, nglantik, ngarepno, masang, ngawasi. ter-masuk jenis kata kerja aktif dan bentukan kata-kata ini lazim digunakan dalam bahasa Jawa. Jika kata-kata tersebut tidak mendapatkan penambahan ng-, m-, ny, maka menjadi ajak, gawe, lapurake, bantah, sambangi, lantik, arepno, pasang, awasi. Penggunaan kata-kata tanpa morfem nasal ini dalam struktur kalimat bahasa Jawa tidak lazim.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > Research Report > Education > Literature And Bahasa Indonesia
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:35
Last Modified: 16 Nov 2016 07:35
URI: http://kepo.unikom.ac.id/id/eprint/1095

Actions (login required)

View Item View Item