BERAT BADAN DAN MUNCULNYA KLITELLUM CACING TANAH (Lumbricus sp) PADA MEDIA YANG DICEMARI Pb ASETAT

Rr, and Susetyarini, Eko and M Si, Dra (2000) BERAT BADAN DAN MUNCULNYA KLITELLUM CACING TANAH (Lumbricus sp) PADA MEDIA YANG DICEMARI Pb ASETAT.

Full text not available from this repository.
Official URL: http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=rea...

Abstract

Alat pemusnah sampah sangat mahal harganya tetapi cacing tanah ini mempunyai kemampuan memusnahkan sampah organik. Cacing tanah mampu mengolah limbah industri, kayu menjadi sampah organik (Kotpal, 1981). Bahkan Carter (1980), menyatakan bahwa cacing tanah mampu mengakumulasikan logam berat Pb, Cd dan Cu. Logam berat yang paling kuat dan berat sifat racun dan sering mencemari lingkungan adalah Pb dan Cd (Pikir, 1993 dan Ekowati, 1997). Logam berat mampu diakumulasi di dalam cacing tanah, kemampuan dalam mengakumulasikan logam berat (Pb) tergantung pada media pertumbuhan dan variasi logam berat (Pb) juga tergantung pada media pertumbuhan dan variasi srtain dari cacing tanah (Carte dan Anderson, 1980). Gestel (1995), telah meneliti pengaruh Cd pada Eisenia andrei , dengan hasil ada peningkatan berat badan dan perkembangan seksual cacing tanah pada media yang diberi Cd. Peningkatan berat badan dan perkembangan seksual cacing tanah terhambat pada kadar di atas 10 mg Cd/kg berat tanah kering.Tujuan Penelitian, 1). Untuk mengetahui apakah media yang tercemar Pb asetat berpengaruh terhadap pertambahan berat badan dan munculnya klitellum cacing tanah .2).Untuk mengetahui media yang tercemar kadar Pb asetat berapa yang mulai menghambat pertambahan berat badan dan munculnya klitellum cacing tanah. Manfaat Penelitian , 1). Pemanfaatan limbah kotoran ternak sebagai media cacing tanah. 2).Pemanfaatan cacing tanah sebagai indikator pencemaran lingkunganRancangan Penelitian, Penelitian ini bersifat eksperimen,. Rancangan penelitiannya menggunakan rancangan acak lengkap. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cacing tanah berumur 2,5 bulan, dengan jumlah sampel 120 ekor cacing tanah terbagi dalam 4 perlakuan dan 3 kali ulangan.. Pb asetat yang digunakan 1,25 mg/250gr, 2,5 mg/250gr, 5 mg/ 250 gr dan 0 mg/250gr media kering. Setelah dianalisis dengan Anava, menunjukkan bahwa F hitung > F tabel, 1). Media yang tercemar Pb asetat berpengaruh terhadap pertaambahan berat badan dan munculnya klitellum cacing tanah (p > 0,05). 2). Media yang tercemar Pb asetat dengan kadar 2,5 mg/250gr mulai menghambat pertambahan berat badan dan munculnya klitellum. Rata-rata pertambahan berat badan yang terhambat 0,57 gr. Rata-rata munculnya klitellum yang terhambat 19,1 hari. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa : 1). Media yang tercemar Pb asetat berpengaruh terhadap pertambahan berat badan dan munculnya klitellum cacing tanah. 2). Media yang tercemar kadar Pb asetat 2,5 mg/250 gr mulai menghambat pertambahan berat badan dan munculnya klitellum.

Item Type: Article
Subjects: Collections > Koleksi Perpustakaan Di Indonesia > Perpustakaan Di Indonesia > JIPTUMM > Research Report > Education > Biology
Divisions: Universitas Komputer Indonesia > Perpustakaan UNIKOM
Depositing User: M.Kom Taryana Suryana
Date Deposited: 16 Nov 2016 07:35
Last Modified: 16 Nov 2016 07:35
URI: http://kepo.unikom.ac.id/id/eprint/1044

Actions (login required)

View Item View Item